Kamis, 07 Februari 2019

Mental apa Moral

Lelucon di dunia maya sekarang semakin absurd, bukan karena konten yang dibuat, tapi lebih ke tindakan para masyarakat micin jaman sekarang. Istilah baru yang menggambarkan kebobrokan moral dan mental masyarakat di negara berflower ini. Negara berflower? Maksud yang disampaikan adalah negara berkembang, kembang diplesetkan menjadi flower, ada-ada aja netizen zaman sekarang.


Sekarang lagi viral lagi adalah kejadian seekor Hulk pubertas yang ditilang dan merusak motor yang dikendarai. Hulk ini tidak terima ditilang oleh polisi, dia memilih merusak dan menghancurkan motor yang dikendarainya. Usut punya usut, motor tersebut katanya punya ceweknya. Dan kembali beredar viral video Sang Hulk Pubertas membakar STNK Motor, entahlah apa yang terjadi.


Saya tidak paham betul kejadiannya seperti apa, namun ini sudah menjadi hal-hal konsumsi publik yang tidak baik. Seperti apa mental bangsa kita? Apakah ini menggambarkan mental pemuda zaman sekarang? Generasi muda katanya penerus bangsa, apakah bangsa ini akan diteruskan oleh orang-orang macam mereka? Jawabannya seharusnya ada pada kita.


Apakah perilaku Hulk Pubertas ini salah? Jelas sekali salah, tapi dia juga tidak bisa disalahkan begitu saja, polisi yang menanganinya juga berperan penting dalam kesalahan ini. Seharusnya polisi tidak membiarkan hal itu terjadi. Mereka ini membuat suatu konten viral? Demi apa? Popularitas? Hal yang viral? Ayolah berpikir positif, kalian menyebar hal seperti itu bukan akan menjadi lelucon nasional saja, kalian telah berperan aktif dalam menghancurkan moral dan mentalitas bangsa.


Hulk Pubertas itu tidak seharusnya dibiarkan melakukan tindakan seperti itu, apalagi polisi malah berusaha mengabadikannya. Pak Polisi yang terhormat mempunyai pilihan untuk mencegah tindakan itu, bahkan paling sederhana bisa mengkategorikan tindakan itu sebagai tindakan mengganggu kepentingan umum. Mereka bisa mengamankan Hulk Pubertas ini. Tapi Pak Polisi lebih memilih mengabadikan hal ini demi konten viral yang spektakuler.


Apa yang salah dengan Negara Berflower ini? Apakah moralnya sudah rusak? Apakah mentalnya sudah kacau? 

Selalu Belajar

Hari ini saya mulai belajar lagi, mulai kembali menguji keikhlasan hati. Dari dulu memang kita senantiasa belajar pada kehidupan. Belajar tentang banyak hal yang ada di sekitar kehidupan kita. Apa yang terjadi pada kita maupun terjadi pada orang lain. 


Ikhlas adalah puncak ilmu yang katanya sulit untuk dipelajari, apalagi untuk diterapkan. Namun banyak sebagian orang merasa bahwa ikhlas itu adalah perjuangan. Kita sering mendapati hal-hal yang memang tidak kita inginkan. Hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak kita. Disitulah keilmuan kita tentang sebuah keikhlasan diuji.


Ujian ikhlas memang datang kapan saja dan dimana saja, ujiannya bisa serta merta datang tanpa diduga sebelumnya. Datang tanpa undangan dan tanda-tanda tertentu. 


Hari ini saya kembali diberi kesempatan mencoba mempraktekkan kembali ilmu ikhlas yang telah saya pelajari selama ini. Ilmu yang bertahun-tahun yang lalu mulai saya pelajari dan terapkan. Akhirnya hari ini ilmu itu kepakai lagi. 


Kehilangan sesuatu yang kita cintai tidaklah mudah, hal itu memang tidak bisa kita ukur dengan takaran materi. Sesuatu yang mulai kita sayangi, yang mulai kita cintai telah menjadi salah satu bagian dalam hidup kita, namun ketika itu diambil oleh yang menitipkan kita harus segera bisa untuk mengikhlaskannya. 


Berbagi dengan banyak orang, belajar bersama dengan banyak pemikiran adalah hal-hal yang mulai saya sukai. Kegiatan tersebut malah lebih dari sekedar suka, saya mulai mencintai kegiatan tersebut. 


Namun kegiatan itu mulai diambil dalam kehidupan saya, yang biasanya tiap semester saya mempunyai jam rutin untuk mengajar, sekarang sudah tidak lagi. Yang biasanya saya bisa berbagi ilmu dan pemikiran, sekarang sudah tidak bisa lagi.


Tapi tidak bisa laginya hanya di kampus itu saja, saya masih punya banyak media untuk senantiasa berbagi. Masih banyak cara saya untuk senantiasa bertukar pikiran dengan banyak orang. Hal itu yang harus saya mulai dengan serius (fandora, 2019)


Selasa, 05 Februari 2019

Xin Nian Kuai Le


Gong Xi Fa Cai
Xin Nian Kuai Le
Tahun baru Cina sudah berganti lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya perayaan ini disambut suka cita oleh masyarakat Tionghoa. Etnis Tionghoa di Indonesia memang sudah tersebar hampir di seluruh nusantara, mereka adalah masyarakat Indonesia yang memiliki garis keturunan dari etnisTionghoa. Selama ini banyak orang yang berpersepsi salah, mereka menganggap orang Indonesia keturunan Tionghoa adalah orang Cina, mereka bukanlah orang Cina, mereka adalah orang Indonesia seperti kita, namun mereka berasal dari keturunan Etnis Tionghoa.

Banyak masyarakat Indonesia mengira bahwa Etnis Tionghoa di Indonesia adalah orang non muslim, hal ini merupakan kesalahan persepsi terbesar. Orang yang berpikir dan berpendapat seperti itu adalah orang-orang yang tidak belajar sejarah dengan baik. Mereka tidak tahu bahwa persebaran agama islam pertama di Pulau Jawa yang dipelopori oleh Wali Songo sama dengan persebaran Etnis Tionghoa di tanah Jawa. Wali Songo keturunan Etnis Tionghoa? Coba cari sejarahnya sendiri, klik google aja kalau malas membaca buku.

Tidak memungkiri bahwa kerja keras etnis Tionghoa di Indonesia sangat luar biasa, kebanyakan dari mereka sukses dan berhasil dari berdagang. Etnis Tionghoa memang terkenal dalam kepiawaiaanya berdagang, di negara asalnya di Cina banyak dari mereka yang mampu menciptakan industri, karena industri itulah mereka sekarang merupakan salah satu negara yang diperhitungkan. Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia memang sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku dan etnis, keragaman itu sebenarnya merupakan aset terpenting dari sebuah negara, namun sangat disayangkan banyak orang-orang yang jahat memanfaatkan keragaman itu untuk memecah belah masyarakat Indonesia. Kita adalah bangsa yang besar, dengan sumber daya yang luar biasa besar juga. Kenapa kita selalu berdebat, bertarung, berebut dan bertikai untuk hal-hal yang tidak penting sama sekali. Berebut kekuasaan? Untuk kepentingan pribadi atau golongan? Ya sudahlah, tidak penting lagi dibahas, yang penting adalah mari sambut Tahun Babi dengan gembira. Gong Xi Fa Cai. Xin Nian Kuai Le