Rabu, 18 Juli 2012

Gue Amnesia

Gue udah amnesia kali yah? Apa gue udah pikun? Gue punya blog tapi gak pernah gue apdet lagi. Padahal itu blog tempat curhat gue yang paling manjur, gue sering certain segala macam sesuatu yang terjadi di kehidupan gue lewat blog itu, gue sayang banget sama blog gue, namun kenyataannya sekarang pahit banget, gue udah lupain blog gue, gue udah gak pernah sekali pun kunjungi blog gue sendiri. 

Dari sejak SD gue suka banget yang namanya nulis, apapun coba gue tuangin dalam tulisan, semua perasaan yang terjadi dalam diri gue jadi bentuk tulisan, waktu pelajaran Matematika di SMA gue pun bukan itungan yang gue kerjain, malah berbuah sebuah tulisan, gue sebenarnya gak peduli orang suka sama tulisan gue apa gak, namun gue paling seneng nulis segala bentuk apapun yang pengen gue tulis.

Kali ini memang kegiatan gue cukup menyita waktu, terakhir apdet blog waktu gue bener-bener menyandang status pengangguran profesional, waktu kegalauan gue udah mencapai ambang batas maksimum, waktu kegalauan gue udah sampai pada tingkatan Presiden.

Beda banget dengan sekarang, gue udah punya aktivitas lain yang banyak menyita waktu gue, akhirnya blog dan segala kegiatan menulis gue teranak tirikan, sebenarnya gue gak ada maksud untuk berperilaku seperti itu, namun apa daya. Lewat tulisan ini mungkin gue mau ucapin minta maaf sama blog gue, sebenarnya gue sayang banget ma lo men, tapi memang keadaan yang memaksa kita jarang bersama, tapi gue janji gak bakalan lupain lo dah. 

Seandainya blog gue bisa ngomong, pasti dia udah maki-maki gue, dia pasti udah minta putus karena gue banyak menulis di twitter daripada di blog, sebenarnya gue sayang banget sama kalian berdua, kalian berdua lah yang sanggup menerima gue dengan segala macam curhatan kagak jelas gue, kalian berdua yang selalu senantiasa menemani gue dalam keadaan galau segala tingkatan yang gue alami.
Gue sekarang terdampar di ujung Indonesia, namun terdamparnya gue disini menyadarkan banyak hal, ternyata kecintaan gue terhadap menulis gak bisa diingkari lagi. Segala apapun yang gue alami ternyata memang paling asyik dituangin dalam sebuah tulisan. Mungkin blog ini pun akan mengalami banyak transisi dari segala hal, namun gue pengen jadi lebih jujur disini, segala macam bentuk tulisan yang bakalan gue tulis tidak akan gue sesali dan tidak pernah gue berharap orang bakalan suka sama tulisan gue.

Gue rasa sudah dulu nulisnya, mungkin pemanasan buat nulis cukuplah sampai disini, gue bakalan berusaha lagi memberikan kontribusi dalam tulisan gue, menuliskan segala apapun yang gue rasain. Mendadak perut gue mules sendiri baca tulisan ini, mending sefera diakhiri dan di upload saja, daripada ntar niat gue berubah buat meng-upload tulisan ini. Terima Kasih.  

Kamis, 12 Januari 2012

#WanitaCantik


Sebenarnya Tuhan telah memberikan gambaran surga kepada umat manusia, sebuah janji tentang keindahan dan keagungan surgawi. Tuhan telah mengutus mahluknya yang paling cantik untuk menyampaikan pesan itu, Tuhan telah mengutus wanita untuk melukiskan keindahan nirwana di hati setiap manusia, sebagai insan jelita penawar sukma. Wanita cantik itu dengan keindahannya mampu mengubah dunia, wanita cantik itu……
1.      #WanitaCantik itu tersenyum dengan hatinya, bukan dengan kepalsuannya
2.      #WanitaCantik itu mampu menjaga dirinya, keluarganya dan agamanya
3.      #WanitaCantik itu tegar menghadapi segala tantangan dan cobaan
4.      #WanitaCantik itu mengutamakan kesabaran dan ketenangan
5.      #WanitaCantik itu mampu memberikan ketenangan
6.      #WanitaCantik itu menghadirkan keindahan dunia dalam tatapannya
7.      #WanitaCantik itu tak berlebihan
8.      #WanitaCantik itu selalu sederhana dalam banyak hal
9.      #WanitaCantik itu tetap cantik tanpa make up
10.  #WanitaCantik itu seperti aspirin, selalu mengobati
11.  #WanitaCantik itu bisa mengusir sepi
12.  #WanitaCantik itu akan menjadi pendamping yang baik
13.  #WanitaCantik itu akan mendidik anak dengan kasih sayang
14.  #WanitaCantik itu selalu sabar
15.  #WanitaCantik itu bersikap tenang
16.  #WanitaCantik itu menepati segala janjinya
17.  #WanitaCantik itu berjiwa sosial tinggi
18.  #WanitaCantik itu mandiri
19.  #WanitaCantik itu pejuang sejati
20.  #WanitaCantik itu wonder woman
21.  #WanitaCantik itu berani berpergian sendiri
22.  #WanitaCantik itu semakin cantik dengan jilbabnya
23.  #WanitaCantik itu tidak harus pintar memasak, tapi pasti ingin belajar memasak
24.  #WanitaCantik itu bisa buatin mie instant special buat pasangannya
25.  #WanitaCantik itu akan membuatkan nasi pecel buat pasangannya di pagi hari
26.  #WanitaCantik itu wanita yang saya cintai
27.  #WanitaCantik itu sulit ditaklukkan hatinya
28.  #WanitaCantik itu akan dicintai oleh pria yang memantaskan diri padaNya
29.  #WanitaCantik itu membuat pria mencintainya selamanya
30.  #WanitaCantik itu pasti mendapatkan pria yang tampan hatinya
31.  #WanitaCantik itu tidak hanya cantik secara fisik saja
32.  #WanitaCantik itu 90% yang cantik hatinya, 10% fisiknya
33.  #WanitaCantik itu dicintai banyak pria
34.  #WanitaCantik itu banyak, tapi apakah benar-benar cantik?
35.  #WanitaCantik itu pasti “Dia”, dan bukanlah “Dirinya”
36.  #WanitaCantik itu pasti “Ibuku” *paling cantik di dunia akhirat…hehe
37.  #WanitaCantik itu siapa hayoooo????????
38.  #WanitaCantik itu adalah kamu
39.  #WanitaCantik itu adalah kalian
40.  #WanitaCantik itu pantas disebut cantik
…………………………………………………………………………..(my_fandora, 2012)

"...the last one standing..."


Because…I always gonna be the last one standing…
Lagi-lagi saya berpikir, berpikir dan berpikir lagi (sepertinya hobi saya memang berpikir…hehehehe…). Seandainya di KTP bisa nulis pekerjaan sesukanya, pasti disana saya akan menulis pekerjaan saya sebagai seorang pemikir (atau bahasa kerennya Thinker), tapi yang positif saja, jadinya pekerjaan saya bisa disebut “Positive Thinker”. Kali ini saya kembali lagi memikirkan tentang kehidupan yang saya jalani (materinya agak berat nih…hehehe…). Hidup saya, hidup anda, hidup kita, hidup kalian dan hidup mereka, berpikir tentang kehidupan saya yang mungkin berkaitan dengan hidup anda, kita, kalian dan mereka. Benar juga kata orang-orang dari jaman dulu, berkata bahwa hidup itu memang butuh perjuangan, butuh keberanian membuat suatu pilihan, butuh keikhlasan untuk menerima suatu kosekuensi keputusan.
Hidup adalah fase sebelum kematian, hidup adalah sekedar numpang lewat, hidup adalah perjuangan tanpa henti, hidup adalah bla…bla…bla…bla…, banyak orang mengartikan hidup dan kehidupan sesuai dengan cara berpikir mereka masing-masing, dan saya masih setia menulis dengan cara berpikir saya (cara apaan emang???). Kalau bicara masalah hidup dan kehidupan sepertinya kurang seru kalau tanpa contoh nyata nih, mumpung materinya memang lagi pas, bagaimana kalau saya numpang curcol dikit (curhatan cool…ehhh…curhat colongan..hehehe…). Nanti saja di paragraf berikutnya saya sedikit cerita tentang kehidupan saya (gak bakalan curhat yang mendayu-dayu kok, SUERRR…beneran kok…boleh kan???boleh ya???Asyik…).
Begini ceritanya…*eng ing eng…jreng…jreng… Dahulu kala, di sebuah kota, hiduplah… (ups…salah cerita…), kembali ke cerita yang benar ya….Sebenarnya saya mau sedikit cerita tentang kehidupan saya, kisah masa lalu saya, hehehehee…Saya terlahir dari sebuah keluarga sedehana yang berkecukupan, Alhamdulillah yah (*ala syahrini…) kehidupan saya dan keluarga selalu saja terpenuhi, dan pada waktu kecil kebutuhan saya selalu saja terpenuhi, segala kebutuhan dan keinginan saya selalu saja mereka dapat memenuhi. Sebenarnya mulai dari jaman saya kanak-kanak saya tidak mempunyai keinginan yang aneh-aneh, tapi apapun yang saya inginkan selalu saja saya dapatkan. Kehidupan saya seperti sebuah cerita dongeng yang tetulis dengan indahnya, namun semuanya berjalan dengan begitu cepat, segalanya menjadi berubah. Saya yang biasanya hidup dengan apapun yang saya inginkan, kini harus dihadapkan dengan sebuah kenyataan hidup. Orang tua selalu mendidik anaknya untuk berjuang dan berusaha mendapatkan sesuatu, mereka berusaha mengajarkan arti dari sebuah kerja keras dan hasil yang didapatkan dari itu. Namun, saya meski belajar juga arti dari pahitnya realita kehidupan sejak dini, dengan kata lain pembelajaran kehidupan saya termasuk dalam kategori akselerasi. Kehilangan sosok seorang ibu pada usia belasan tahun merupakan pukulan yang sangatlah berat bagi seorang bocah yang masih belum tahu tentang kehidupan, seorang anak manja yang kehilangan sosok yang sangat berarti dalam kehidupannya. Percepatan-percepatan yang saya alami sangatlah tidak mudah untuk usia saya pada saat itu, namun Tuhan berkehendak lain, saya diberi kepercayaan lebih untuk belajar lebih cepat dari anak usia kebanyakan. Itu sisi positif yang baru saya dapatkan artinya sekarang, namun dulu saya berpendapat lain, saya berpendapat Tuhan memberikan cobaan dan ujian yang tak seharusnya untuk saya, saya berpendapat bahwa Tuhan tak adil bagi keluarga saya.
Cukuplah cerita sekilas saja, tak perlu dibahas lebih lanjut, nanti malah seperti sinetron kejar tayang yang serinya sampai enam atau sepuluh..heheheheeee…. Kita ambil saja sebuah makna dari permasalahan-permasalahan diatas. Intinya bocah manja tadi yang terbiasa kebutuhan dan keinginannya terpenuhi dihadapkan pada sebuah kenyataan yang tak sesuai dengan keinginan yang dia harapkan, dapat disimpulkan juga bocah itu yang tak terbiasa dengan penolakan harus mulai belajar dari makna sebuah kehidupan, makna yang hanya bisa dia dapatkan dari kehidupan yang dijalaninya. Saya belajar bahwa kenyataan tak selamanya seperti yang kita harapkan, saya belajar bahwa Tuhan tidak selamanya memberikan keinginan kita, Tuhan hanya akan memberikan apa yang kita butuhkan, dan Tuhan lebih tahu apapun yang kita butuhkan daripada kita sendiri, karena Dia Sang Maha Mengetahui.
Namanya belajar dalam kelas akselerasi harusnya naik kelas dan lulusnya lebih cepat dong? Pastinya…saya sekarang sudah naik kelas dan belajar lagi banyak hal tentang kehidupan di kelas saya yang baru. Saya harus bisa menghadapi ujian dengan tingkat kesulitan yang lebih berat dan lebih sulit daripada ujian saya di usia saya belasan tahun dulu. Guru dan dosen kehidupan saya pun lebih memiliki tingkat  kapabilitas yang lebih dari sebelumnya. Saya akan senantiasa belajar, berjuang dan takkan menyerah dengan segala apapun ujian yang akan diujikan kepada saya. Karena saya yakin dan pasti akan bisa menghadapi segala sesuatunya dengan baik. Saya akan menjadi yang terakhir dalam sebuah perjuangan. Saya seorang pejuang, dan saya akan berjuang sampai akhir… I always gonna be the last one standing…(my_fandora, 2012)