Rabu, 24 November 2010

Saya Ingin Menjadi Superman dan Batman

Waktu kecil saya sudah belajar berbohong kepada setiap orang, saya belajar berbohong sejak saya belajar di bangku taman kanak-kanak. Saya masih ingat waktu itu guru TK saya, katakanlah “Bu Bunga” (bukan nama sebenarnya dan bukan nama korban pemerkosaan lho) bertanya kepada saya “Apa cita-cita kamu?”, saya pun menjawab dengan penuh kebohongan kepada guru TK saya “Cita-cita saya ingin jadi tentara Bu”. Bohong? Bagaimana bisa bohong? Sebenarnya cita-cita saya mendekati seperti tentara, namun saya tidak mungkin menyebutkan cita-cita saya di depan kelas. Ciri pendidikan di Indonesia kan seperti itu, sering terjadi pembunuhan karakter bahkan sejak anak masih bersekolah di bangku Taman Kanak-kanak. Coba bayangkan kalau seandainya saya mengatakan cita-cita saya yang sejujurnya kepada guru TK saya? Apa yang akan terjadi kalau seandainya saya bilang cita-cita saya ingin menjadi Superman, apa yang terjadi seandainya saya bilang cita-cita saya ingin menjadi seperti Batman. Pasti cemooh dari teman-teman saya, pasti saya akan menjadi bahan ejekan dari teman-teman saya. Akhirnya saya selalu mencari aman dalam menjawab pertanyaan dari guru saya, saya menjawab “saya ingin menjadi tentara Bu”, mungkin itu jawaban paling aman yang saya pikirkan pada waktu itu.

Seiring waktu berjalan ternyata saya berkembang seperti manusia pada umumnya, saya takut dianggap berbeda, saya tumbuh seperti manusia kebanyakan. Ini akibat pembunuhan karakter sewaktu saya kecil. Waduh…kok gini jadinya hidup saya ya??? Semakin bertambah usia saya ternyata semakin tersadarkan pikiran saya, hidup saya bukan ditentukan oleh orang lain, hidup saya adalah pilihan saya sendiri. Tidak ada salahnya kalau pun saya jadi beda, mungkin orang akan menertawakan saya, tapi itu tidak akan mempengaruhi hidup saya.

Sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi Superman, sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi Batman. Dan sampai sekarang saya masih bercita-cita ingin menjadi Superman dan Batman. Saya bangga mempunyai cita-cita seperti itu, bahkan saya ingin umumkan kepada semua orang tentang cita-cita saya.  Mungkin untuk sebagian orang cita-cita saya dianggap lucu dan tidak mungkin terwujud, tapi tunggu dulu, kita belum membahas masalah ini lebih lanjut. Memang kalau dipikir dengan logika saya tidak akan mungkin terbang seperti Superman, memang saya tidak akan mempunyai peralatan secanggih Batman untuk berperang. Tapi banyak hal yang kita lewatkan disini, suatu hal yang seharusnya kita perhatikan lebih detail lagi.

Saya mempunyai cita-cita ingin menjadi Superman dan Batman bukan tanpa sebab, memang ketika waktu kecil saya ingin terbang seperti Superman dan ingin punya peralatan canggih seperti Batman. Tapi sekarang saya sudah dewasa dan cita-cita saya masih tetap sama. Pasti kalian sudah tahu siapa Superman dan Batman. Bagi yang suka kisah Superhero akan lebih memahami siapa itu Superman dan Batman.

Kita bahas saja dulu dari seorang Superman. Siapakah Superman? Kenapa saya ingin jadi Superman? Arti dalam bahasa Indonesia sendiri Superman adalah seorang manusia yang super. Menurut cerita dongeng superhero Superman adalah salah satu pahlawan super yang memiliki kekuatan super seperti tubuhnya yang keras bagai baja, sehingga ditembak pun Superman tidak mempan. Matanya yang bisa mengeluarkan sinar laser, sinar yang bisa membelah apa saja, dan pandangannya bisa menembus tembok. Ditambah lagi kekuatan andalannya yaitu terbang, Superman bisa terbang dengan kecepatan kilat. Kekuatannya begitu luar biasa, saya sendiri sadar tidak akan mampu mendapatkan kekuatan seperti itu meski pun saya sudah berguru di berbagai daerah. Namun sebenarnya ada suatu hal yang perlu diketahui, menurut cerita superhero Superman adalah seorang manusia super yang berasal dari sebuah planet asing, sebuah planet di luar tata surya kita yang bernama Planet Kryptonite.

Inilah yang saya garis bawahi, saya ingin menjadi Superman karena hal ini. Superman adalah manusia super yang ada di Planet Bumi, tapi di planetnya sendiri Planet Kryptonite Superman hanyalah manusia biasa, manusia biasa tanpa kekuatan apapun. Saya ingin berjuang menjadi seorang Superman. Berjuang merantau di kota orang dengan segenap tenaga dan jiwa, menjadi seorang manusia super di kota asing. Saya ingin berjuang layaknya seorang Superman, memiliki kekuatan super bukan di kota sendiri, bisa menaklukkan kota asing yang menjadi tempat perantauan saya. Itulah kenapa cita-cita saya ingin menjadi Superman.

Setelah menjadi Superman, cita-cita saya ingin menjadi Batman. Kenapa Batman? Ada apa dengan Batman? Batman adalah seorang pahlawan yang memiliki banyak peralatan yang canggih, mulai dari baju besinya yang anti peluru, senjata yang serba canggih dan kendaraan yang super canggih, inilah yang menjadikan Batman pahlawan super. Menurut cerita superhero Batman berasal dari sebuah kota yang bernama Gotham, tempat yang menjadi tempat kelahiran pahlawan super tersebut. Batman berjuang dan menjadi pahlawan super di kotanya sendiri. Dengan segenap tenaga dan kemampuannya dia berjuang mempertahankan dan membela kota tempat kelahirannya. Itu yang mendasari saya mempunyai cita-cita menjadi Batman, saya ingin berjuang sekuat tenaga untuk kota tempat kelahiran saya tercinta. Saya ingin menjadi seorang Superhero untuk kota kelahiran saya. Dengan segenap tenaga dan jiwa ingin mengabdikan diri di kota tempat saya dilahirkan.

Cita-cita saya ingin menjadi Superman baru menjadi Batman. Semoga suatu saat impian saya terwujud, impian dimana saya akan menjadi seorang manusia super di kota perantauan dahulu, menjadi orang yang benar-benar bisa berjuang dengan maksimal. Sebelum kembali untuk mengabdi di kota kelahiran saya akan menjadi berjuang menempa diri menjadi seorang manusia yang super di kota orang. Untuk mewujudkan mimpi saya, mimpi menjadi seorang superhero, mempunyai cita-cita menjadi Superman kemudian menjadi Batman. (my_fandora, 2010)

Minggu, 21 November 2010

Pasir Hisap

Waduh…ternyata saya baru tahu efek pasir hisap. Pasir hisap atau sering disebut pasir pemangsa, pasir hidup atau orang luar sering menyebutnya Quicksand. Banyak sekali sebutan untuk pasir hisap ini, sering kita melihat di film-film adegan pasir hisap yang menelan korban, Quicksand yang mengisap manusia ke lubang tak berdasar.  Sebenarnya kejadian itu hanya fiktif belaka, menurut penelitian para ahli Pasir Hisap (Quicksand), hanyalah campuran pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam. Pasir Hisap ini tak mampu menelan manusia sampai ke lubang tak mendasar. Pasir Hisap ini hanya akan menghisap manusia sampai setengah badan saja. Sebenarnya penjelasan tentang pasir Hisap dapat Anda baca sendiri di berbagai buku yang ada di perpustakaan atau toko buku, atau lebih canggihnya lagi Anda bisa langsung bertanya pada Mbah Google.

Saya tidak akan panjang lebar menjelaskan seperti apa pasir hisap itu, tapi saya hanya ingin menkorelasikan efek dari pasir hisap ke kehidupan kita. Sebelumnya kita anggap saja Pasir Hisap mampu menelan manusia ke lubang tak mendasar, sejenak kita percayai saja film-film yang mempertontonkan manusia hilang tertelan pasir. Sebenarnya banyak hal yang ingin saya bahas dan saya korelasikan antara kehidupan dan pasir hisap, namun saya tertarik mengambil satu bahasan yang sepertinya menarik untuk menjadi bahan perbincangan. Kita bahas saja dunia percintaan dengan Pasir Hisap.

Saya ingin bercerita tentang sepasang kekasih yang dimabuk asmara, mereka sangat berbahagia sekali dengan cinta yang mereka jalin dan mereka bina. Bertahun-tahun mereka menjalani kisah kasih bersama, namun terkadang kejenuhan menjadi masalah diantara mereka. Jenuh menjadikan hubungan mereka hambar, tak berasa atau sudah hilang ketertarikan dengan pasangan. Hubungan yang sudah dijalani bertahun-tahun terasa sudah tidak menarik lagi. Katakanlah disini Sang Pria yang sudah kehilangan ketertarikan kepada kekasihnya (saya memilih tokoh pria yang kehilangan ketertarikan kepada kekasihnya bukan tanpa sebab, saya tidak ingin ada asumsi lain dalam tulisan ini, saya tidak mau dikatakan curcol dalam tulisan saya ini). Sang Pria sudah hilang rasa tertariknya kepada kekasih yang dipacarinya sejak di bangku sekolah. Sang Pria lebih memilih tertarik dengan rekan kerjanya yang mungkin lebih cantik dan lebih seksi dari kekasihnya. Sang Pria mulai menjauhi kekasihnya, dia mulai berubah dan mulai menunjukkan hilangnya rasa yang dulu ada pada kekasihnya. Sang Wanita mulai curiga dengan keadaan kekasihnya yang mulai menunjukkan perubahan yang tidak diharapakan. Sang Wanita mulai sadar bahwa hubungan dengan kekasihnya diambang kehancuran.

Sejauh ini, Anda masih memahami alur dari cerita ini kan? Ok… sebelum kita lanjutkan, mari kita membayangkan perasaan Sang Wanita ketika kekasihnya berbuat demikian, Sang Wanita sadar bahwa kekasihnya sudah jenuh dengan hubungan mereka. Coba bayangkan apa yang akan kalian lakukan jika berada pada posisi sang Wanita? Pastinya kalian akan melakukan apa saja demi mempertahankan hubungan kalian yang sudah bertahun-tahun kalian jalani dengan kekasih kalian.

Sang Wanita dengan jelas dan tegas ingin mempertahankan hubungan mereka, dia berusaha melakukan yang terbaik buat kekasihnya. Sang Wanita akan melakukan apa saja untuk memperbaiki hubungan yang memburuk dengan kekasihnya, dia akan lebih intens dalam mengetahui sepak terjang yang dilakukan kekasihnya, Sang Wanita akan memberikan berbagai hadiah kepada kekasihnya. Tidak lupa tiap detik dan tiap menit Sang Wanita SMS atau telepon kekasihnya. Sebenarnya apa yang dilakukan wanita ini? Apakah Sang Wanita ini dapat mempertahankan hubungan mereka? Apakah dengan segala yang dilakukannya akan membawa kebaikan dalam hubungan yang sudah memburuk dan sulit dipertahankan?

Jawabannya jelas dan pasti, efek Pasir Hisap terjadi disini. Semakin Sang Wanita berusaha mempertahankan hubungannya dengan kekasihnya, semakin hubungan itu hancur. Sama dengan kondisi seseorang ketika terperosok dalam Pasir Hisap, semakin dia berusaha keluar, pasir itu semakin menghisapnya lebih dalam. Semakin keras dia berusaha, semakin dalam juga pasir itu menghisapnya.

Sang Wanita sebenarnya hanya ingin membuktikan bahwa dia sangat mencintai kekasihnya, dia bahkan berbuat lebih baik lagi kepada kekasihnya dari sebelum masalah ini timbul, tapi Sang Wanita ini tidak sadar bahwa yang dia lakukan justru akan mempercepat hubungannya hancur. Semua yang dilakukannya hanya akan menambah kesan buruk kekasihnya, semua yang dilakukannya diluar kebiasaannya malah akan menjadi alasan yang sangat tepat bagi Sang Pria untuk mengakhiri hubungan mereka.

Semestinya kita sadar akan satu hal disini, jodoh kita sudah dituliskan oleh Allah SWT sebelum Allah SWT menciptakan alam semesta dan seisinya. Dalam ayat Al-Qur’an disebutkan “Dan Allah telah menjadikan jodoh-jodoh kamu sekalian dari jenismu sendiri, lalu menjadikan anak-anak dan cucu bagi kamu dari jodoh-jodohmu” (An-Nahl: 72). Disini jelas dan pasti bahwa Allah SWT sudah menggariskan jodoh kita. Sebenarnya Sang Wanita tidak usah bingung dan kuatir atas kekasih yang sudah merasa jenuh dengan hubungan mereka. Sang Wanita hanya tinggal mengikhlaskan kepada Allah SWT, apakah kekasih yang dicintainya selama ini merupakan jodoh dunia dan akhiratnya. Jika Sang Pria ini merupakan jodoh Sang Wanita, meskipun Sang Pria meninggalkannya dengan wanita lain pasti dia akan kembali kepada Sang Wanita, begitu juga sebaliknya, hubungan yang sudah dijalani bertahun-tahun jika memang mereka bukan jodohnya, pasti hubungan itu akan hancur.

Marilah disini kita belajar mengikhlaskan sesuatu yang kita cintai, semua yang kita punyai hanyalah titipan Allah SWT, kita hanya wajib bersyukur telah memilikinya walau hanya sebentar. Allah SWT tahu yang terbaik buat hambaya. Salam Ikhlas. (my_fandora,2010)

My Father Superhero

Sore itu seperti biasanya saya menyalakan winamp di laptop, saya ingin mendengarkan beberapa lagu barat. Sambil tiduran saya menikmati alunan musik yang mengalir, sambil menirukan beberapa lirik saya ikut menyanyi dan terhanyut di dalamnya. Sampailah saya pada satu lagu yang sebenarnya saya sudah paham makna liriknya seperti apa, tapi di sore itu liriknya lebih terasa nendang banget di telinga saya.

“Because we lost it all…Nothing lasts forever”
“I’m sorry…I can’t be Perfect”
“Now it’s just too late…And we can’t go back”
“I’m sorry…I can’t be Perfect”


“Perfect by Simple Plan” lagu yang biasanya cuma saya dengarkan dan nyanyikan begitu saja, sore itu seperti membangunkan saya dalam tidur yang panjang, saya mulai lagi teringat dengan sosok yang selama ini berperan penting dalam kehidupan saya. Sosok yang selama ini memberikan yang terbaik darinya hanya untuk saya.

“My Father Superhero…” itulah kalimat yang ingin saya katakan kepada semua orang di dunia ini. Kalimat yang ingin saya katakan dengan lantang dan bangganya. Ternyata saya mempunyai seorang Ayah yang terbaik di dunia.

Dulu saya terjebak oleh pemikiran yang dangkal dan tak seharusnya ada dalam pikiran saya, saya terlalu menuntut kesempurnaan dari ayah saya. Terlalu membandingkan peran ayah saya dengan ayah dari teman, tetangga dan kadang peran seorang ayah di televisi. Saya merasakan bahwa ayah saya kurang bisa memahami apa yang saya inginkan, saya merasakan ayah saya tidak bisa memenuhi apa yang saya perlukan. Dulu saya begitu kejam sekali mengadili ayah saya dengan tuntutan yang tidak seharusnya.

Pada waktu kecil ketika melihat ayah dari teman-teman saya memanjakan teman saya dengan membelikannya berbagai mainan yang sangat menarik, saya menjadi iri dengan mereka, saya ingin ayah saya mengerti dan berbuat sama dengan apa yang ayah teman saya lakukan. Ketika beranjak remaja pun saya masih saya menuntut kesempurnaan peran dari ayah saya, melihat ayah dari teman saya mendukung hobi dan kesenangan teman saya, saya menjadi iri lagi dengan teman-teman saya. Saya semakin tidak suka dengan peran yang ayah saya lakukan. Saya semakin membenci ayah saya. Saya mulai sering marah dan membentak ketika bicara dengan ayah saya. Saya terlalu menuntut peran seorang ayah sesuai dengan apa yang saya inginkan. Peran seorang ayah sempurna menurut versi saya.

Saya sangat menyesal sekali mengingat kembali kejadian-kejadian dulu, dimana saya sangat membenci ayah saya, karena peran ayah saya tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Ternyata ayah saya seorang yang sangat hebat, dibalik segala kekurangannya saya sangat mendambakan menjadi sosok seperti beliau. Saya mulai mengerti ternyata ayah saya sudah menjalankan peran semaksimal yang dia bisa. Ayah saya sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk saya, ayah saya sudah berusaha memberikan segala sesuatu yang saya inginkan. Mengapa saya baru mengertinya sekarang? Saya sangat menyesal sekali harus mengerti sekarang, dosa saya kepada ayah saya begitu besar.

Ayah saya seorang yang sangat sabar, beliau selalu sabar dan ikhlas menghadapi segala macam cobaan. Lima belas tahun ibu saya menderita sakit, tapi ayah saya dengan sabar merawat ibu saya. Ketika ibu saya harus dirawat di rumah sakit pun, ayah saya dengan setia mendampingi ibu saya. Siang dan malam ayah saya selalu mendampingi ibu saya, dia selalu menggenggam tangannya. Ibu saya semakin membaik, ayah saya sangat senang melihat keadaan ibu saya yang semakin membaik, sehingga perawatan ibu saya pun dipindah kerumah. Namun ternyata semua bertolak belakang dengan ekspektasi yang diharapkan semua orang. Pada suatu pagi keadaan ibu saya semakin memburuk, ayah saya tampak gusar dan takut melihat keadaan ibu saya. Dan ternyata Allah SWT memanggil ibu saya lebih cepat. Ayah saya menjadi orang yang paling sedih ketika ibu saya meninggal, namun ayah saya masih berusaha tenang, sabar dan ikhlas.

Suatu malam saya melihat ayah saya menangis setelah sholat malam, dia sangat sedih sekali ditinggal ibu saya. Masalah yang dihadapinya sangat sulit sekali tapi ayah saya selalu sabar dan ikhlas menerima itu semua. Dia masih saja menunjukkan senyum terindahnya kepada anak-anaknya dan orang-orang disekitarnya. Kesedihannya sangat mendalam, namun dia tidak ingin kesedihan itu diketahui oleh orang-orang disekitarnya.
Saya ingin menjadi sabar seperti beliau, saya ingin menjadi seorang yang ikhlas seperti beliau, saya ingin menjadi seorang yang hebat seperti Ayah saya. (my_fandora,2010)